Akibat Meningkatnya gas rumah kaca tersebut dikontribusi oleh hal-hal berikut:
Energi
Pemanfaatan berbagai macam bahan bakar fosil atau BBM (bahan bakar
minyak) memberi kontribusi besar terhadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca,
terutama CO2.
Kehutanan
Salah satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap emisi gas rumah
kaca. Karena hutan dapat mengubah CO2 menjadi O2. Sehingga perusakan hutan akan
memberi kontribusi terhadap naiknya emisi gas rumah kaca.
Pertanian dan Peternakan
Di sektor ini emisi gas rumah kaca dihasilkan dari pemanfaatan pupuk,
pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak, dan
pembakaran sabana. Di sektor pertanian, gas metan (CH4) yang paling banyak
dihasilkan.
Sampah
Sampah adalah salah satu kontributor besar bagi ter-bentuknya gas
metan (CH4), karena aktivitas manusia sehari-hari.
Sejauh ini kita masih melihat efek rumah kaca sebagai hal yang
merugikan manusia, namun tidak demikian sebenarnya. Tanpa efek rumah kaca, bumi
kita ini akan sangat dingin seberti bukit es. Efek rumah kacalah yang membuat bumi
ini hangat dan laik huni. Hanya saja sebisa mungkin harus ditekan naiknya gas
rumah kaca yang akan meningkatkan efek rumah kaca agar suhu bumi tidak semakin
panas. Efek rumah kaca sudah banyak diman-faatkan di Eropa oleh para petani,
terutama di musim dingin agar tanamannya tetap hangat. IPB pun melalui Pusat
Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA) sudah ikut
memanfaatkan teknologi efek rumah kaca dengan membuat alat pengering berben-tuk
limas segi enam yang diberi nama ELC-05.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar